Senin, 24 Januari 2011

"SAHABAT ABU HURAIRAH R.A"


Penghafal 1607 Hadist Rasulullah saw.

            Pada masa Jahiliyah orang memanggilnya dengan sebutan Abu Syams (budak matahari). Setelah Allah memuliakannya dengan Islam, Rasulullah saw. bertanya “Siapa nama anda?”
“Abu Syams,” Jawab Abu Hurairah singkat
“Bukannya Abdur Rahman?” Tanya Rasulullah   
“Demi Allah, anda benar. Nama saya Abdur Rahman, ya Rasulullah!” jawab Abu Hurairah setuju.

            Tapi, mengapa yang lebih popular nama Abu Hurairah, bukan Abdur Rahman? Padahal nama itu pemberian Nabi Saw. Nama Abu Hurairah adalah nama panggilannya waktu kecil. Waktu itu ia punya seekor kucing betina yang sering diajaknya bermain-main. Oleh karena itu teman-temannya menjulukinya Abu Hurairah.

            Setelah Rasulullah Saw. Tahu asal muasal panggilan itu, beliau sering memanggilnya dengan “Abu Hurairah” sebagai panggilan akrab. Dan sebenarnya, Abu Hurairah sendiri lebih suka dipanggil Abu Hirr ketimbang Abu Hurairah. Konon, hirr itu artinya kucing jantan, sedangkan Hurairah itu kucing betina. Menurut Abu Hurairah, kucing jantan lebih baik dari kucing betina.

            Abu Hurairah masuk islam melalui Tufail bin Amr Ad_Dausy. Islam masuk ke negri kaum Dausy kira-kira awal tahun ketujuh Hijriyah. Keitka itu. Abu Hurairah menjadi utusan kaumnya menemaui Rasulullah Saw. di Madinah. Setelah bertemu dengan Rasulullah, Abu Hurairah memutuskan untuk berkhidmat kepada Rasulullah Saw. dan menemui beliau

              Sejak itu Abu Hurairah tinggal di mesjid tempat Rasulullah Saw. mengajar dan mengimami shalat. Selama Rasulullah Saw. hidup, Abu Hurairah belum mau beristri. Mungkin Abu Hurairah khawatir bila beristri, konsentrasinya dalam membantu Rasulullah akan terganggu.

            Abu Hurairah punya seorang Ibu yang masih syirik. Tal henti-hentinya Abu Hurairah mengajak ibunya untuk masuk islam, karena ia amat mencintainya. Tapi, setiap Abu Hurairah mengajak masuk islam, ibunya  selalu menolak, bahkan tak jarang ibunya mengeluarkan ucapan yang menghina Rasulullah Saw.

            Sambil menangis, Abu Hurairah menemui Rasulullah Saw. “mengapa engkau menangis, wahai Abu Hurairah,” Tanya Nabi saw. “Aku tak bosan-bosannya mengajak ibuku masuk islam.  Hari ini kembali kuajak ibuku masuk islam, tapi, malah  ia mengeluarkan kata-kata yang tak pantas mengenai engkau. Aku sendiri tak sudi mendengarnya. Tolong doakan biar ibuku mau masuk islam, ya Rasulullah,” pinta Abu Hurairah. Rasulullah Saw. pun memenuhi permintaan Abu Hurairah Dan mendoakan agar ibun Abu Hurairah itu masuk islam.

            Suatu ketika Abu Hurairah pulang kerumah ibunya. Ia bermaksud mengajak ibu yang  dicintainya itu masuk agama Allah. Waktu itu pintu rumah tertutup. Tatkala Abu Hurairah hendak masuk, ibunya berkata ”Tunggu di tempatmu, hai Abu Hurairah!”

            Mungkin ibunya tengah berpakaian. Sejenak ibunya menyuruhnya untuk masuk. Ketika telah berhadapan dengan ibunya, ibunya berkata, Asyhadu an laa ilaha illallaah wa asyahadu anna Muhammadar’abduhu wa rasuuluh.

            Abu Hurairah kembali menemui Rasulullah Saw. sambil menangis gembira, sebagaimana sebelumnya ia menangis lantaran sedih. “Bergembiralah wahai Rasulullah! Allah mengabulkan doa anda. Ibuku telah masuk islam,” tutur Abu Hurairah dengan wajah cerah.

            Setelah ibunya masuk islam, hati Abu Hurairah menjadi tenang, seolah-olah terbebas dari himpitan batu besar yang menyesakkan dada. Ia pun bisa berkonsentrasi menimba ilmu dari Rasulullah Saw. kecintaannya kepada ilmu sama besarnya kecintaannya kepada Rasulullah.

            Zaid bin Tsabit pernah bercerita, suatu ketika ia, Abu Hurairah, dan seorang sahabat lainnya berdoa dan berdzikir di didalam mesjid. Tiba-tiba Rasulullah Saw. mendatangi mereka. Mereka pun berhenti berdoa dan berdzikir. Rasulullah Saw berkata, “ ulangi doa dan Dzikir yang kalian baca!” Zaid bin Tsabit dan sahabat seorang lagi tapi -bukan Abu Hurairah- berdoa. Rasulullah mengamini doa mereka berdua.

            Lalu Abu Hurairah berdoa, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohonkan kedua sahabatku ini. Dan aku memohon kepada-Mu ilmu yang tak dapat aku lupakan.” Rasulullah mengamini doa Abu Hurairah. Zaid bin Tsabit dan seorang sahabat yang lain berkata, “Kami juga memohon kepada Allah ilmu yang tak dapat kami lupakan.” Rasulullah berkata, “Kalian telah didahului putra Bani Dausy (Abu Hurairah).”

            Allah Swt. Telah mengabulkan permintaan Abu Hurairah. Dia berhasil mengingat dan menghafal 1607 Hadist Rasulullah Saw. bagi kaum muslimin, sehingga dengan hadist itu berjuta-juta kaum muslimin hingga akhir kiamat memperoleh petunjuk. Betapa besar pahala Abu Hurairah. Ya Allah jadikanlah kami seperti Abu Hurairah. amiiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar